Penulis
Dr. Kuswara, M.Pd
Editor
Dr. H. Agus Mulyanto, M.Pd
Kategori
Buku Referensi
ISBN
978-634-7186-85-0
Ukuran
14 x 20 cm
Halaman
xii + 333 hlm
Tahun Terbit
Juli 2025
Harga
Rp 135.000,-
Sinopsis
Buku ini hadir sebagai wujud kepedulian penulis terhadap perkembangan kajian sastra, khususnya puisi kontemporer yang kaya akan simbol, tanda, dan makna multiinterpretasi.
Dalam dunia sastra modern, puisi kontemporer tampil dengan ciri yang kompleks, eksperimental, dan penuh simbolisme. Hal ini menuntut adanya pendekatan yang mampu menembus lapisan tanda dan simbol yang digunakan oleh penyair. Pendekatan semiotik sebagai salah satu cabang ilmu yang mempelajari tanda dan makna, menjadi sarana yang efektif untuk mengungkap kedalaman pesan dalam karya-karya tersebut.
Buku ini menawarkan perspektif semiotik dalam membaca dan memahami puisi kontemporer Indonesia. Pendekatan ini memberikan pembaca alat analisis untuk menggali makna yang tersembunyi di balik setiap tanda, kode, dan simbol yang tersaji dalam teks puisi. Dengan demikian, pembaca diharapkan dapat merasakan keindahan dan kekuatan makna yang lebih luas dari sekadar interpretasi literal.
Penulis menyadari bahwa kajian semiotik terhadap puisi kontemporer masih jarang dilakukan secara mendalam di Indonesia. Oleh karena itu, buku ini diharapkan dapat menjadi referensi alternatif bagi mahasiswa, dosen, penulis sastra, dan pemerhati budaya untuk memperluas horizon pemikiran dalam dunia kritik sastra. Kehadiran buku ini juga menjadi upaya untuk menjawab kebutuhan akademik akan literatur yang menggabungkan teori semiotik dengan praktik analisis karya sastra. Dalam penyusunan buku ini, penulis banyak merujuk pada teori-teori semiotik yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh penting seperti Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce, hingga Roland Barthes. Teori-teori tersebut kemudian diaplikasikan dalam pembacaan beberapa puisi kontemporer karya penyair Indonesia yang relevan dengan konteks kekinian. Analisis yang dilakukan tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga mempertimbangkan aspek kontekstual sosial dan budaya.