Penulis
Nur Sobarie, M.Pd
Kategori
Buku Referensi
ISBN
978-634-7186-88-1
Ukuran
14 x 20 cm
Jumlah Halaman
ix + 64 hlm
Tahun Terbit
Juli 2025
Harga
Rp 95.000,-
Sinopsis
Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia. Namun, di tengah arus globalisasi dan kompleksitas tantangan sosial, muncul kebutuhan mendesak akan manajemen pesantren yang lebih ramah terhadap anak, agar lingkungan pendidikan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan penuh kasih sayang.
Buku ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut. Disusun dengan pendekatan praktis, buku ini menawarkan panduan aplikatif bagi para pengelola pesantren, pengasuh, dan semua pihak terkait dalam mewujudkan pesantren yang ramah anak. Dengan memadukan nilai-nilai ajaran Islam, teori manajemen pendidikan, dan praktik terbaik di lapangan, buku ini diharapkan menjadi rujukan yang relevan dan solutif.
Dalam buku ini, pembaca akan menemukan pembahasan mengenai prinsip-prinsip dasar pesantren ramah anak, strategi manajemen berbasis kasih sayang, pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren, serta penguatan peran guru dan pengasuh sebagai figur teladan. Semua materi disajikan dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, sehingga dapat diterapkan dalam berbagai kondisi pesantren, baik tradisional maupun modern.
Salah satu poin penting yang diangkat adalah pentingnya membangun budaya pesantren yang berorientasi pada kepentingan terbaik anak. Hal ini mencakup aspek pengelolaan lingkungan fisik, penyusunan kebijakan yang melindungi hak-hak santri, hingga penguatan komunikasi antara pengasuh, orang tua, dan masyarakat sekitar pesantren. Kami meyakini bahwa pesantren ramah anak bukan hanya sekadar konsep, tetapi sebuah kebutuhan yang harus diwujudkan untuk memastikan setiap santri dapat tumbuh kembang secara optimal, baik secara fisik, psikologis, maupun spiritual. Pesantren yang aman dan penuh kasih sayang akan melahirkan generasi yang tangguh, berakhlak mulia, serta mampu menjadi agen perubahan di masyarakat.