Penulis
Dr. Nyiayu Fahriza Fuadiah, S.Si., M.Pd
Dr. Destiniar, M.Pd
Dr. Marhamah, M.Pd
Dr. Anggria Septiani Mulbasari, M.Pd
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14,8 x 20 cm
Halaman
viii + 85 hlm
Tahun Terbit
Agustus 2026
Harga
Rp 150.000,-
Sinopsis
Literasi matematika merupakan salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan pada era modern. Matematika tidak semestinya dipahami hanya sebagai kumpulan rumus dan prosedur perhitungan, tetapi sebagai kemampuan untuk memahami, menggunakan, menalar, dan mengomunikasikan konsep matematika dalam berbagai situasi kehidupan nyata. Oleh karena itu, pembelajaran matematika perlu dirancang secara kontekstual, menarik, dan mampu menghubungkan pengalaman belajar siswa dengan lingkungan di sekitarnya.
Buku ini secara khusus mengangkat konteks pendidikan bagi siswa yang berada di kawasan bantaran Sungai Musi Palembang. Lingkungan tempat siswa tumbuh dan belajar merupakan sumber belajar yang sangat potensial untuk menghadirkan pengalaman matematika yang bermakna. Berbagai fenomena kehidupan di sekitar Sungai Musi dapat dikaitkan dengan konsep bilangan, pengukuran, geometri, perbandingan, data, pola, maupun pemecahan masalah. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menjadikan matematika lebih dekat dengan realitas kehidupan siswa.
Pemanfaatan Augmented Reality (AR) menjadi salah satu inovasi yang ditawarkan dalam buku ini. Teknologi AR memungkinkan objek digital dihadirkan secara interaktif ke dalam lingkungan nyata sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih visual, konkret, dan eksploratif. Dalam pembelajaran matematika, teknologi ini dapat membantu mengubah konsep yang abstrak menjadi pengalaman yang lebih mudah diamati dan dipahami oleh siswa.
Integrasi literasi matematika dengan teknologi Augmented Reality juga menjadi respons terhadap perkembangan karakteristik peserta didik pada era digital. Siswa saat ini hidup dalam lingkungan yang semakin dekat dengan perangkat teknologi dan informasi. Kondisi tersebut perlu direspons melalui pembelajaran yang tidak hanya memanfaatkan teknologi sebagai media, tetapi juga mengarah pada pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreatif, komunikatif, kolaboratif, serta kemampuan memecahkan masalah.
Buku ini tidak hanya memandang teknologi sebagai tujuan, melainkan sebagai sarana untuk membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna. Penggunaan Augmented Reality diarahkan untuk mendukung siswa dalam mengamati objek, mengeksplorasi informasi, mengidentifikasi persoalan, melakukan penalaran matematis, serta menemukan solusi berdasarkan situasi yang dekat dengan kehidupan mereka. Dengan demikian, teknologi dapat berfungsi sebagai jembatan antara konsep matematika dengan pengalaman nyata siswa.
Konteks lokal Sungai Musi menjadi bagian penting dalam pengembangan gagasan yang disajikan dalam buku ini. Sungai Musi bukan hanya merupakan bagian dari identitas geografis dan sosial Kota Palembang, tetapi juga dapat menjadi ruang edukatif yang kaya akan fenomena pembelajaran. Kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi, transportasi sungai, bentuk bangunan, pola permukiman, hingga berbagai aktivitas sosial di sekitarnya dapat dikembangkan menjadi konteks pembelajaran matematika yang autentik. Melalui pendekatan tersebut, gerakan literasi tidak ditempatkan semata-mata sebagai aktivitas membaca teks, tetapi dikembangkan menjadi budaya belajar yang mendorong siswa untuk membaca lingkungan, memahami informasi, menganalisis persoalan, menggunakan pengetahuan, dan mengambil keputusan secara rasional. Literasi matematika dengan demikian dapat tumbuh melalui pengalaman belajar yang mengintegrasikan kemampuan akademik dengan realitas kehidupan sehari-hari.