MENGAJAR DENGAN OTAK, HATI, DAN CINTA (Neuropedagogik untuk Guru Madrasah Ibtidaiyah)

Penulis
Prof. Dr. H. Cecep Wahyu Hoerudin, M.Pd
Dr. H. Agus Mulyanto, M.Pd

Kategori
Buku Referensi

ISBN
Dalam proses

e-ISBN
Dalam Proses

Ukuran
14 x 20 cm

Halaman
vii + 127 hlm

Tahun Terbit
Agustus 2026

Harga
Rp 150.000,-

Sinopsis
Menjadi guru Madrasah Ibtidaiyah adalah sebuah amanah yang sangat mulia. Setiap hari guru tidak hanya mengajarkan membaca, menulis, berhitung, atau berbagai mata pelajaran lainnya. Lebih dari itu, guru sedang membersamai anak-anak pada fase paling penting dalam kehidupannya. Pada usia inilah otak berkembang dengan sangat pesat, karakter mulai terbentuk, rasa ingin tahu tumbuh, dan nilai-nilai kehidupan mulai tertanam. Apa yang dialami anak di ruang kelas hari ini dapat menjadi bekal yang akan memengaruhi cara berpikir, bersikap, dan menjalani kehidupannya di masa depan.

Buku ini tidak dimaksudkan untuk menjadikan guru sebagai ahli neurosains, melainkan membantu guru memahami prinsip-prinsip dasar tentang cara kerja otak yang relevan dengan proses pembelajaran. Dengan memahami bagaimana peserta didik memperhatikan, mengingat, merasakan, memotivasi diri, dan membangun karakter, guru diharapkan mampu merancang pengalaman belajar yang lebih bermakna, lebih manusiawi, dan lebih menyenangkan. Neuropedagogik yang dibahas dalam buku ini diposisikan sebagai jembatan antara neurosains, psikologi, pedagogik, dan nilai-nilai pendidikan Islam sehingga melahirkan pendekatan pembelajaran yang utuh.

Judul Mengajar dengan Otak, Hati, dan Cinta Neuropedagogik untuk Guru Madrasah Ibtidaiyah dipilih bukan tanpa alasan. Mengajar dengan otak berarti guru memahami bagaimana peserta didik belajar berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan. Mengajar dengan hati berarti guru menyadari bahwa emosi, penghargaan, dan hubungan yang hangat merupakan bagian penting dari proses belajar. Sementara mengajar dengan cinta berarti menghadirkan pendidikan sebagai bentuk ibadah dan pengabdian yang memuliakan setiap anak sebagai amanah Allah Swt. Ketiga unsur tersebut tidak dapat dipisahkan apabila guru ingin menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berdampak bagi perkembangan peserta didik. Penulis menyadari bahwa ilmu pengetahuan terus berkembang. Oleh karena itu, buku ini bukanlah akhir dari perjalanan belajar, melainkan undangan bagi setiap guru untuk terus memperkaya wawasan, merefleksikan praktik pembelajaran, dan mengembangkan diri sebagai pendidik profesional sekaligus pembelajar sepanjang hayat. Sebab, guru yang terus belajar akan lebih mampu memahami peserta didiknya, dan guru yang memahami peserta didiknya akan lebih mudah menuntun mereka menuju keberhasilan.

Skills

Posted on

August 9, 2026

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *