Penulis
Iskandar Sulaeman, Fadjar Rizky Wahyu Ramadhan, Wasis Haryono, Nurhidayah, Arip Ripandi, Fuzi Nurani Anggraeni, Marsad, Her Pirngadi, Jajat Sudrajat
Editor
Agus Mulyanto
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam Proses
E-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14,8 x 20 cm
Jumlah Halaman
xii + 198 hlm
Tahun Terbit
November 2025
Harga
Rp. 145.000,-
Sinopsis
Penyusunan buku bunga rampai ini berangkat dari kebutuhan akademik untuk menghadirkan karya ilmiah yang mampu merefleksikan dinamika keilmuan Islam di kawasan Nusantara, khususnya dalam kaitannya dengan perkembangan pendidikan, kebudayaan, dan konstruksi peradaban masa kini. Buku ini menghimpun gagasan dan temuan ilmiah yang beragam dari para penulis, sehingga membentuk satu kesatuan pemikiran yang utuh mengenai perkembangan Islam di Indonesia dan negara serumpun.
Keilmuan Islam Nusantara telah lama dikenal sebagai tradisi intelektual yang berkembang melalui akulturasi, dialog budaya, dan interaksi yang damai. Karakter keislaman yang tumbuh di wilayah ini memperlihatkan kemampuan untuk beradaptasi dengan tradisi lokal tanpa kehilangan identitas dan nilai universalnya. Hal inilah yang menjadikan Islam Nusantara memiliki keunikan tersendiri dalam lanskap peradaban dunia Islam.
Buku ini juga menegaskan bahwa dinamika pendidikan Islam di Nusantara tidak dapat dipisahkan dari konteks sosial-budaya masyarakat. Lembaga pendidikan seperti pesantren, madrasah, surau, dan pondok telah memainkan peran historis dalam menanamkan nilai-nilai Islam sekaligus menjaga kesinambungan tradisi keilmuan lokal. Melalui lembaga-lembaga tersebut, terbentuk karakter keilmuan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu, tetapi juga pembentukan akhlak dan etika sosial.
Dalam perkembangan modern, pendidikan Islam menghadapi tantangan baru yang terkait dengan globalisasi, modernisasi, dan digitalisasi. Arus pengetahuan global yang begitu cepat menuntut pembaruan metode pendidikan dan pendekatan manajerial yang adaptif. Buku ini berupaya menguraikan bagaimana tradisi keilmuan Islam dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi strategis di tengah perubahan tersebut.
Sejumlah artikel dalam buku ini mengkaji integrasi nilai-nilai tamadun Islam dalam literasi budaya dan keagamaan, baik di Indonesia maupun Brunei Darussalam. Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa tamadun Islam bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga landasan nilai yang dapat menguatkan identitas generasi muda dalam menghadapi kompleksitas budaya modern.
Selain itu, dimensi ekoteologi Islam yang melatarbelakangi kesadaran ekologis juga menjadi pembahasan penting dalam buku ini. Dalam era teknologi 4.0, pendidikan Islam dituntut untuk memanfaatkan teknologi secara bijak untuk membangun kesadaran lingkungan dan memperkuat peran manusia sebagai khalifah fil ardh. Buku ini menawarkan model integratif yang relevan bagi pengembangan pembelajaran lingkungan berbasis nilai keislaman.
Karya-karya yang dihimpun dalam buku bunga rampai ini juga menyoroti peran filsafat kebudayaan Islam dalam membingkai pemahaman tentang keanekaragaman penyebaran Islam di Asia Tenggara. Dengan pendekatan filosofis dan historis, pembaca diajak melihat bagaimana nilai-nilai Islam berinteraksi dengan budaya lokal dan melahirkan bentuk peradaban yang harmonis serta humanis. Tidak kalah penting, pembahasan mengenai manajemen pendidikan Islam yang berakar pada tradisi keilmuan Melayu–Nusantara turut memperkaya buku ini. Kajian tersebut menegaskan bahwa nilai musyawarah, integritas, disiplin, serta etika spiritual merupakan fondasi penting dalam mengelola lembaga pendidikan Islam agar tetap relevan dan mampu menjawab tantangan kontemporer.