Penulis
Cep Agung Muharam, Endang Saepudin, Sartono, Dhira Taramadia Westiartika, Otisia Arinindyah, Irma Dewi Yusuf, Wafa Shofiyatul Huda, Tety Hendarty
Editor
Agus Mulyanto
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam Proses
E-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14,8 x 20 cm
Jumlah Halaman
xi + 190 hlm
Tahun Terbit
November 2025
Harga
Rp. 125.000,-
Sinopsis
Seiring perkembangan zaman yang semakin cepat, wacana keislaman di Nusantara tidak hanya berhadapan dengan modernisasi, tetapi juga transformasi digital yang memengaruhi corak berpikir masyarakat Muslim. Dalam konteks inilah, bunga rampai ini dihadirkan sebagai upaya merekam pemikiran-pemikiran yang berusaha menjembatani tradisi klasik dengan tuntutan kontemporer. Kehadiran berbagai tulisan dalam buku ini menunjukkan bahwa Islam, khususnya dalam tradisi keilmuan Nusantara, memiliki daya lentur sekaligus nilai keteguhan spiritual yang relevan sepanjang masa.
Nusantara menyimpan jejak panjang tradisi intelektual Islam yang diwariskan dari generasi ke generasi melalui pesantren, madrasah, surau, hingga institusi pendidikan tinggi Islam. Jejak tersebut bukan hanya tertulis dalam kitab-kitab kuning dan manuskrip klasik, tetapi juga dalam perilaku sosial, budaya, serta cara masyarakat memahami agama. Karena itu, buku ini mencoba membaca kembali jejak-jejak tersebut dalam bingkai keilmuan modern agar nilai-nilai luhur yang dikandungnya tidak hilang ditelan perubahan zaman.
Buku bunga rampai ini terdiri dari berbagai tema yang saling melengkapi mulai dari kajian filsafat kebudayaan Islam, tradisi kitab kuning, hukum Islam dan pembangunan sosial, dinamika kurikulum pendidikan Islam, hingga integrasi kearifan lokal dalam pendidikan kesehatan masyarakat. Keragaman tema ini menunjukkan bahwa ilmu dalam Islam tidak pernah terpisah dari kehidupan, melainkan hadir sebagai cahaya yang menuntun sikap, etika, dan konstruksi sosial umat manusia.
Para penulis dalam buku ini menghadirkan gagasan-gagasan segar yang berakar pada tradisi ilmiah Islam Nusantara. Mereka tidak hanya menelusuri aspek historis, tetapi juga mengaitkannya dengan konteks modern, sehingga lahirlah perspektif baru yang kaya dan relevan. Upaya ini merupakan wujud kontribusi nyata untuk memperkuat literatur akademik yang berbasis pada identitas lokal, namun tetap berpijak pada nilai-nilai universal Islam.
Di tengah arus globalisasi yang sering kali mengikis akar budaya dan spiritual masyarakat, buku ini mengajak pembaca untuk kembali menemukan jati diri keislaman Nusantara. Nilai-nilai seperti adab, kebijaksanaan, gotong royong, kemanusiaan, dan keselarasan merupakan warisan tak ternilai yang telah menjadikan Islam di Nusantara hadir secara ramah, damai, dan inklusif. Inilah wajah Islam yang tumbuh melalui akulturasi, bukan konfrontasi; melalui cinta, bukan paksaan.
Pemikiran keislaman modern yang ditawarkan dalam buku ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan tradisi, tetapi sebagai usaha kreatif untuk merawat dan melanjutkan tradisi tersebut dalam bentuk yang sesuai dengan kebutuhan zaman kini. Pembaruan bukanlah bentuk pengingkaran terhadap masa lalu, tetapi bagian dari perjalanan panjang untuk menjaga keberlangsungan nilai dan makna. Semangat inilah yang coba dihidupkan dalam setiap tulisan di buku ini. Sebagai bunga rampai, buku ini adalah ruang dialog antara masa lalu dan masa depan, antara teks klasik dan konteks modern, antara intelektualitas dan spiritualitas. Melalui dialog inilah diharapkan lahir kebijakan berpikir yang menuntun para pembaca menuju pemahaman yang lebih dalam tentang hakikat ilmu, manusia, dan peradaban. Dengan demikian, buku ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi akademisi, praktisi pendidikan, santri, mahasiswa, dan masyarakat luas yang ingin memperkaya wawasan keislaman secara holistik.