INFORMED CONSENT  DAN REFUSAL DALAM KEBIDANAN: PERTANGGUNGJAWABAN HUKUM DAN INOVASI KEPATUHAN

Penulis
Edo Maranata Tambunan
Khansa Khalishah
Sridama Yanti Harahap
Atika Rahmadhani Lubis
Briyan Valentino Sitompul

Kategori
Buku Referensi

ISBN
Dalam Proses

E-ISBN
Dalam Proses

Ukuran
15,5 x 23 cm

Jumlah Halaman
x + 117 hlm

Tahun Terbit
September 2025

Harga
Rp 105.000,-

Sinopsis
Perkembangan pelayanan kesehatan, termasuk kebidanan, tidak hanya menuntut keterampilan teknis, tetapi juga kepatuhan pada aturan hukum serta pemahaman mendalam tentang hak-hak pasien. Informed consent dan refusal menjadi bagian yang sangat penting dalam menjamin hak pasien untuk mendapatkan informasi yang jelas, sekaligus melindungi tenaga kesehatan dari risiko tuntutan hukum.

Dalam praktik kebidanan, sering kali muncul dilema antara kebutuhan medis, keputusan klinis, dan pilihan pasien. Di sinilah pentingnya tenaga kesehatan memahami dasar hukum dan etika terkait persetujuan tindakan medis maupun penolakan layanan. Buku ini mencoba menghadirkan pemahaman yang komprehensif tentang hal tersebut agar dapat menjadi pedoman yang aplikatif di lapangan.

Penulisan buku ini juga didorong oleh kebutuhan mendesak akan referensi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan gambaran praktis. Oleh karena itu, penulis berusaha menguraikan konsep informed consent dan refusal tidak hanya dalam bingkai hukum, tetapi juga dalam pendekatan inovatif untuk meningkatkan kepatuhan tenaga kesehatan.

Buku ini disusun dengan sistematika yang mudah dipahami. Dimulai dari landasan hukum informed consent dan refusal, dilanjutkan dengan studi kasus, hingga strategi inovatif yang dapat diterapkan dalam praktik kebidanan sehari-hari. Dengan demikian, pembaca diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dengan tepat.

Kami menyadari bahwa praktik kebidanan selalu berada dalam ruang interaksi antara tenaga kesehatan, pasien, dan keluarga pasien. Oleh sebab itu, pemahaman mengenai hak pasien untuk menerima atau menolak tindakan medis harus diiringi dengan komunikasi yang efektif, humanis, serta penuh empati. Inovasi kepatuhan di bidang ini menjadi salah satu upaya untuk membangun kepercayaan antara pasien dan tenaga kesehatan. Selain aspek praktis, buku ini juga membahas dimensi pertanggungjawaban hukum. Hal ini penting karena setiap tindakan medis selalu memiliki konsekuensi, baik dari segi etika maupun hukum. Dengan memahami aturan yang berlaku, bidan dapat bekerja lebih tenang dan profesional, sekaligus tetap melindungi hak-hak pasien.

Skills

Posted on

October 1, 2025

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *