Penulis
Assoc. Prof. Dr. dr. Jekson Martiar Siahaan, M.Biomed., AIFO-K
Assoc. Prof. Dr. dr. Endy Juli Anto, MKT., AIFO-K
dr. Meldawati, AIFM., M.Biomed, AIFO-K
dr. Erwin Handoko, M.Ed., Ph.D
Dr. dr. Mutiara, MHA, MKT
dr. Theresia Anggriani H, M.Biomed
dr. Muhammad Abdi Riyantono, MKM
dr. Enie, MKT
dr. Stephanie Jesslyn, M.Biomed
Editor
dr. Ristarin Paskarina Zaluchu, M.Med.Ed
dr. Surya Akbar, M.Med.Ed
dr. Siska Anggreni Lubis, Sp.DVE, M.Pd Ked, FINSDV, FAADV
dr. Suryati Sinurat, MKM,AIFO-K
Seriga Banjarnahor, Ph.D
Kategori
Buku Ajar
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
17,6 x 25 cm
Halaman
v + 1324 hlm
Tahun Terbit
Agustus 2026
Harga
Rp 475.000,-
Sinopsis
Buku Keterampilan Belajar, Berpikir Kritis, dan Pengembangan Diri Untuk Mahasiswa Kedokteran yang Reflektif, Adaptif, dan Profesional ini disusun untuk membantu mahasiswa membangun kemampuan tersebut sejak awal pendidikan. Buku ini memandang belajar sebagai keterampilan yang dapat dipahami, dilatih, dievaluasi, dan terus diperbaiki. Mahasiswa tidak diharapkan sekadar mengetahui berbagai teknik belajar, tetapi mampu memilih strategi yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan belajarnya.
Kemampuan belajar yang baik berkaitan erat dengan berpikir kritis. Banyaknya informasi yang tersedia tidak selalu mempermudah seseorang memperoleh pengetahuan yang benar. Mahasiswa perlu belajar membedakan fakta, asumsi, interpretasi, dan pendapat; menilai kekuatan bukti; mengenali bias; serta menarik kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan. Dalam pendidikan kedokteran, kemampuan ini sangat penting karena kelak keputusan profesional akan berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan pasien.
Buku ini juga memberikan perhatian pada pengembangan diri. Prestasi akademik merupakan bagian penting dari pendidikan, tetapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan mahasiswa. Kemampuan mengatur waktu, menetapkan prioritas, mempertahankan disiplin, menerima kritik, bekerja sama, melakukan refleksi, menjaga integritas, dan mengenali keterbatasan diri merupakan bekal penting untuk menjadi pembelajar yang dewasa dan profesional.
Pembahasan dalam buku ini mencakup proses belajar dan memori, perhatian dan beban kognitif, strategi belajar efektif, metakognisi, self-regulated learning, motivasi, manajemen waktu, pemecahan masalah, penalaran, berpikir kritis, pengambilan keputusan, refleksi, umpan balik, komunikasi, kerja sama, integritas akademik, serta pengembangan diri. Setiap bagian disusun agar saling berkaitan dan memberikan gambaran yang utuh mengenai proses belajar.
Pendekatan yang digunakan menempatkan mahasiswa sebagai pembelajar aktif. Membaca materi bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk membangun pemahaman. Pengetahuan perlu diuji melalui kemampuan menjelaskan kembali, menghubungkan konsep, menerapkannya pada masalah, dan menilai alasan di balik suatu jawaban atau keputusan.
Karena itu, buku ini tidak hanya menyajikan materi, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk melakukan refleksi terhadap proses belajarnya sendiri. Pertanyaan sederhana seperti “Apakah saya benar-benar memahami materi ini?” atau “Strategi apa yang perlu saya perbaiki?” dapat membantu mahasiswa menjadi lebih sadar terhadap kekuatan dan kelemahan dirinya sebagai pembelajar.
Literatur ilmiah digunakan sebagai landasan dalam menjelaskan berbagai konsep dan strategi pembelajaran. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengikuti kebiasaan belajar yang sudah ada, tetapi memahami alasan mengapa suatu strategi dapat membantu proses pembelajaran. Sikap ilmiah tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan berpikir yang objektif dan terbuka terhadap bukti.
Keterampilan belajar yang baik tidak hanya bertujuan memperoleh nilai ujian yang tinggi. Keterampilan tersebut menjadi fondasi untuk menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, perubahan teknologi, ketidakpastian, dan berbagai persoalan baru. Kemampuan mencari informasi, menilai bukti, belajar kembali, memperbaiki kesalahan, dan menyesuaikan diri akan terus dibutuhkan sepanjang kehidupan profesional.
Dalam proses pendidikan, kesalahan bukan sesuatu yang harus selalu dihindari, tetapi dapat menjadi sumber pembelajaran. Mahasiswa perlu memiliki keberanian untuk mengakui kekeliruan, menerima umpan balik, dan memperbaiki cara belajar maupun cara berpikir. Sikap reflektif seperti ini akan membantu membentuk pribadi yang lebih mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan akademik maupun profesional.
Kami berharap buku ini dapat menjadi teman belajar bagi mahasiswa sejak awal pendidikan hingga tahap-tahap berikutnya. Gunakan buku ini bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk mengamati diri sendiri sebagai pembelajar, mengenali kebiasaan yang sudah efektif, memperbaiki strategi yang belum tepat, serta membangun pola belajar yang semakin mandiri, kritis, reflektif, dan berintegritas.