Penulis
Dr. Theodorus Sendjaja, S.Sos., M.B.A., CWM, CRP, CDM
Prof. Ir. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D
Dr. Rina Astini, S.E., M.M.,CPM
Dr. Daru Asih, S.E.,M.Si
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam Proses
E-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
15,5 x 23 cm
Jumlah Halaman
vii + 150 hlm
Tahun Terbit
Agustus 2025
Harga
Rp 125.000,-
Sinopsis
Dalam sejarah peradaban manusia, donasi dan sedekah selalu menjadi wujud nyata solidaritas dan kepedulian sosial. Praktik ini telah melekat dalam berbagai ajaran agama, termasuk Islam yang menempatkan zakat, infak, dan sedekah sebagai bagian integral dari kehidupan beriman. Kini, dengan hadirnya teknologi digital, praktik kedermawanan tersebut menemukan ruang baru yang lebih cepat, transparan, dan inklusif.
Transformasi digital membuka peluang besar bagi terciptanya ekosistem donasi yang lebih efisien. Melalui platform daring, seseorang dapat berdonasi hanya dengan beberapa sentuhan pada gawai. Hal ini membuat aktivitas berbagi tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, sekaligus memperluas akses bagi penerima manfaat yang sebelumnya sulit dijangkau.
Namun demikian, digitalisasi donasi bukanlah sekadar fenomena teknis. Di balik kemudahan tersebut, terdapat nilai-nilai religiositas yang tetap menjadi dasar pijakan. Donasi digital tidak boleh kehilangan ruh keikhlasan, ketulusan, dan orientasi spiritual yang menjadi inti dari praktik ibadah sosial.
Buku ini mencoba mengurai keterkaitan antara digitalisasi dan religiositas dalam praktik donasi. Dengan menelaah dua dimensi tersebut, pembaca diajak untuk memahami bahwa teknologi bukanlah pengganti nilai, melainkan instrumen yang memperkuat tujuan kemanusiaan dan spiritualitas dalam aktivitas berbagi.
Selain memberikan pemaparan teoritis, buku ini juga menyoroti fenomena nyata tentang meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap platform donasi digital yang berlandaskan nilai religius. Lembaga-lembaga zakat dan amal kini semakin gencar mengadopsi teknologi untuk menyalurkan amanah umat dengan lebih transparan dan akuntabel. Religiositas dalam konteks ini berperan sebagai filter moral yang memastikan digitalisasi tidak hanya menghadirkan kemudahan, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan. Nilai agama yang melekat dalam praktik donasi digital menjadikan masyarakat lebih yakin bahwa setiap rupiah yang disalurkan benar-benar sampai kepada yang berhak menerimanya.