Penulis
Dr. Sri Handajani, M.Pd
Deden Deni Mahendra, S.Kom., S.Pd., M.Pd
Denden Sumarlin, S.E., M.M
H. Arie Gifary, S.T., S.I.kom, M.Pd
Sajidin, S.Pd., M.M.Pd
M.T. Hartono Ikhsan, S.Psi.I., M.Pd
H. Ujang Tohidin S.Ag., M.Pd.I
Hendri Abdul Qohar, S.Pd., M.Pd
Editor
Dr. Fidya Arie Pratama, S.Pd., M.Pd., CFLS., M.Mu
Kategori
Buku Referensi
ISBN
978-634-7356-83-3
Ukuran
14,8 x 20 cm
Jumlah Halaman
xv + 203 hlm
Tahun Terbit
Desember 2025
Harga
Rp. 175.000,-
Sinopsis
Buku ini lahir dari kesadaran bahwa perguruan tinggi tidak dapat lagi dipahami hanya sebagai ruang akademik yang steril dari persoalan masyarakat. Ia adalah bagian dari ekosistem sosial yang hidup, yang menghadapi problem nyata: ketimpangan akses pendidikan, kesenjangan mutu, tekanan administratif, hingga tantangan menjaga idealisme akademik di tengah arus pragmatisme. Fakta-fakta tersebut menjadi latar penting yang mendorong penulis untuk menghadirkan pembahasan yang tidak hanya normatif, tetapi juga reflektif dan kontekstual.
Dalam praktiknya, banyak kebijakan dan program pendidikan tinggi dirancang dengan niat baik, namun belum sepenuhnya berpijak pada realitas lapangan. Dosen, mahasiswa, dan pengelola sering berada dalam situasi yang menuntut adaptasi cepat, sementara kesiapan sistem belum selalu sejalan. Buku ini mencoba membaca kondisi tersebut secara jernih, dengan menempatkan perguruan tinggi sebagai institusi pembelajar yang terus berproses, bukan sebagai entitas yang telah selesai dan sempurna.
Lebih dari sekadar menyajikan konsep dan teori, buku ini mengajak pembaca untuk melihat pendidikan tinggi sebagai ruang tanggung jawab moral dan sosial. Perguruan tinggi tidak hanya mencetak lulusan yang cakap secara akademik, tetapi juga manusia yang memiliki kepekaan, integritas, dan daya kontribusi bagi masyarakat. Harapan ini menjadi benang merah yang menghubungkan setiap pembahasan dalam buku, agar ilmu tidak berhenti pada wacana, melainkan menemukan maknanya dalam praksis. Kepada para dosen, mahasiswa, peneliti, dan praktisi pendidikan, buku ini diharapkan dapat menjadi bahan renungan sekaligus pijakan berpikir kritis. Tidak semua jawaban tersedia di dalamnya, namun pertanyaan-pertanyaan penting tentang arah, peran, dan masa depan perguruan tinggi diupayakan untuk dihadirkan secara jujur dan terbuka. Dengan demikian, pembaca diajak menjadi bagian dari dialog intelektual yang terus berkembang.