Penulis
dr. Meldawati, M.Biomed, AIFM. AIFO-K
Suryana Ayu Lestari, S.Farm
Editor
Assoc. Prof. Dr. dr. Jekson Martiar Siahaan, M.Biomed., AIFO-K
Kategori
Buku Referensi
ISBN
978-634-7827-48-7
Ukuran
14 x 20 cm
Halaman
xvi + 76 hlm
Tahun Terbit
Agustus 2026
Harga
Rp 85.000,-
Sinopsis
Jerawat merupakan salah satu permasalahan kulit yang banyak dijumpai pada berbagai kelompok masyarakat. Perkembangan jerawat berkaitan dengan berbagai faktor, salah satunya adalah keberadaan mikroorganisme yang berperan dalam proses inflamasi pada kulit. Kondisi tersebut mendorong perlunya penelitian yang berkelanjutan untuk menemukan berbagai alternatif bahan yang berpotensi digunakan dalam pengendalian mikroorganisme penyebab atau yang berhubungan dengan terjadinya jerawat.
Salah satu mikroorganisme yang banyak dikaji dalam kaitannya dengan jerawat adalah Propionibacterium acnes, yang dalam taksonomi modern dikenal sebagai Cutibacterium acnes. Bakteri ini merupakan bagian dari mikrobiota kulit, tetapi dalam kondisi tertentu dapat berkontribusi terhadap proses inflamasi yang berkaitan dengan perkembangan acne vulgaris. Pemahaman terhadap karakteristik bakteri tersebut menjadi salah satu landasan penting dalam pengembangan penelitian mengenai bahan antibakteri untuk mendukung pengelolaan permasalahan jerawat.
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan berbagai jenis tumbuhan yang secara empiris telah dimanfaatkan oleh masyarakat. Kekayaan tersebut merupakan potensi yang besar untuk dikembangkan melalui penelitian ilmiah, termasuk dalam bidang kesehatan dan farmasi. Pemanfaatan tanaman sebagai sumber bahan aktif perlu dilakukan melalui tahapan penelitian yang sistematis sehingga manfaat yang diperoleh dapat didukung oleh data ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Daun senggani (Melastoma candidum D.Don) merupakan salah satu tanaman yang menarik untuk dikaji sebagai sumber bahan alam yang berpotensi memiliki aktivitas biologis. Secara empiris, berbagai bagian tanaman senggani telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional. Potensi tersebut menjadi dasar yang menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut, khususnya dalam mengevaluasi aktivitas ekstrak daun senggani terhadap bakteri yang berkaitan dengan permasalahan kulit. Buku ini membahas proses pengujian efektivitas ekstrak daun senggani terhadap Propionibacterium acnes secara sistematis. Pembahasan mencakup landasan teoritis mengenai tanaman senggani, karakteristik senyawa metabolit sekunder, konsep ekstraksi bahan alam, karakteristik bakteri uji, serta prinsip pengujian aktivitas antibakteri. Dengan penyajian tersebut, pembaca diharapkan dapat memperoleh gambaran yang utuh mengenai hubungan antara potensi bahan alam dan pengujian aktivitas biologisnya.