TEOLOGI DIGITAL Diskurus Agama, Pendidikan, dan Budaya di Media Sosial

Penulis
Junior Natan Silalahi, Marde Christian Stenly Mawikere, Sudiria Hura, Elia Tambunan, Candra Gunawan Marisi, Tony Sinyo Bantaeng, Jacob Baros, Jessica Laura Sidabutar, Purwoko Agung Nugroho, Adelius Waruwu, Elinudin Ndraha, Rahmat Waruwu, Anggiat Simanullang, Seriman Zebua, Parulian Hutasoit, David Dakhi, Abraham Johannis, May Ester Marbun, Barri Nadapdap, Sokhiziduhu Ndruru, Anida Polii, Odaligo Zai, Jonnedi Hutabarat, Fenieli Harefa, Marni Hia, Yuli Mendrofa, Masani Zebua, Ramses Sianturi, Trisdayanti Waruwu, Rorogo Zalukhu, Yan Suhendra

Editor
Polin Tua Tri Manstar

Kategori
Buku Referensi

ISBN
Dalam Proses

E-ISBN
Dalam Proses

Ukuran
14,8 x 20 cm

Jumlah Halaman
xiv + 583 hlm

Tahun Terbit
November 2025

Harga
Rp. 245.000,-

Sinopsis
Teologi digital, sebagai sebuah bidang kajian yang relatif baru, mengajak kita melihat kembali bagaimana agama dan nilai-nilai spiritual diartikulasikan ulang dalam ruang digital. Media sosial tidak lagi hanya menjadi tempat berbagi informasi, tetapi juga arena pembentukan identitas keagamaan, ekspresi moral, serta perdebatan mengenai nilai-nilai sakral.

Melalui buku ini, pembaca diajak menelusuri bagaimana praktik keberagamaan mengalami transformasi. Tradisi yang sebelumnya berlangsung secara fisik kini menemukan bentuk baru dalam ruang virtual. Mulai dari ceramah daring, ritual keagamaan melalui streaming, hingga diskusi teologis di berbagai platform digital semuanya membentuk lanskap baru keberagamaan modern.

Di sisi lain, pendidikan tidak luput dari dampak digitalisasi. Media sosial menjadi salah satu sumber pengetahuan sekaligus tantangan bagi proses belajar mengajar. Buku ini mencoba memetakan bagaimana teknologi dapat menjadi sarana pembelajaran yang efektif, namun juga dapat menghadirkan disorientasi nilai ketika tidak disertai literasi yang memadai.

Budaya sebagai entitas yang hidup dan terus berubah juga memainkan peran sentral dalam diskursus digital. Identitas, tradisi, dan simbol budaya mengalami redefinisi ketika berhadapan dengan logika algoritma, viralitas, dan interaksi tanpa batas. Melalui perspektif budaya, buku ini memperkaya pemahaman tentang bagaimana masyarakat digital membangun dan mempertahankan nilai-nilainya.

Penulisan buku ini dimaksudkan untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik. Pendekatan akademik yang digunakan tetap berupaya relevan dengan realitas lapangan, sehingga pembaca dari berbagai latar belakang—baik akademisi, praktisi pendidikan, pemuka agama, maupun masyarakat umum dapat memperoleh manfaat yang luas.

Dalam proses penyusunan buku ini, berbagai fenomena aktual di media sosial dianalisis untuk menunjukkan bagaimana diskursus keagamaan, pendidikan, dan budaya saling berkelindan. Contoh-contoh yang ditampilkan merupakan representasi dari dinamika yang dihadapi masyarakat digital sehari-hari.

Skills

Posted on

November 19, 2025

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *