Penulis
Prof. Dr. Cecep W. Hoerudin, M.Pd
Dr. Agus Mulyanto, M.Pd
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14 x 20 cm
Halaman
ix + 149 hlm
Tahun Terbit
Juni 2026
Harga
Rp 175.000,-
Sinopsis
Selama ini, kajian semantik sering dipersepsikan sebagai bidang linguistik yang abstrak dan teoritis. Banyak pembelajar bahasa memahami semantik hanya sebagai studi tentang arti kata, padahal ruang lingkupnya jauh lebih luas. Semantik berhubungan dengan bagaimana manusia menghubungkan bahasa dengan dunia, bagaimana makna dibangun dalam pikiran, bagaimana makna berubah dalam masyarakat, serta bagaimana makna dimanfaatkan dalam berbagai bidang kehidupan, mulai dari sastra, pendidikan, media massa, politik, hingga kecerdasan buatan. Kesadaran inilah yang menjadi salah satu alasan utama penulisan buku ini.
Buku ini disusun dengan tujuan menyediakan peta konseptual yang komprehensif mengenai studi makna dalam bahasa, sekaligus menjembatani berbagai perkembangan mutakhir dalam kajian semantik. Fokus pembahasan tidak hanya pada teori-teori klasik yang menjadi fondasi ilmu semantik, tetapi juga pada berbagai perkembangan kontemporer yang memperlihatkan semakin luasnya peran semantik dalam dunia modern. Buku ini berupaya menunjukkan bahwa makna bukanlah entitas yang statis, melainkan fenomena yang hidup, dinamis, dan selalu terikat dengan konteks sosial, budaya, serta perkembangan teknologi.
Secara sistematis, buku ini diawali dengan pembahasan mengenai fondasi filosofis dan linguistik semantik, mulai dari definisi semantik, sejarah perkembangan studi makna, hingga hubungan semantik dengan semiotika sebagai ilmu tanda. Pembahasan kemudian berlanjut pada struktur internal makna yang mencakup makna leksikal, relasi makna, ambiguitas, kolokasi, serta berbagai mekanisme perubahan makna dalam bahasa. Selanjutnya, buku ini mengajak pembaca memahami bagaimana makna berinteraksi dengan konteks sosial melalui pembahasan mengenai sosiolinguistik, deiksis, eufemisme, disfemisme, teori tindakan ujaran, dan hubungan antara semantik dan pragmatik.
Pada bagian berikutnya, pembahasan diperluas ke wilayah semantik formal dan linguistik korpus yang memperlihatkan bagaimana analisis makna dapat dilakukan secara sistematis melalui pendekatan logika dan data bahasa. Kajian kemudian bergerak ke ranah yang lebih aplikatif melalui pembahasan tentang semantik dalam kebhinekaan Indonesia, analisis semantik pada teks sastra dan media, hingga perkembangan semantik digital yang berkaitan dengan Natural Language Processing (NLP), ontologi, basis pengetahuan digital, serta tantangan semantik dalam kecerdasan buatan. Buku ini juga mengulas berbagai isu kontemporer seperti multikulturalisme, media sosial, Big Data, dan bias makna yang semakin relevan dalam kehidupan masyarakat digital saat ini.
Keistimewaan buku ini terletak pada upayanya mengintegrasikan berbagai pendekatan dalam studi makna. Semantik tidak diposisikan semata-mata sebagai kajian linguistik formal, tetapi juga sebagai disiplin yang beririsan dengan semiotika, pragmatik, sosiolinguistik, antropologi linguistik, linguistik korpus, ilmu kognitif, dan kecerdasan buatan. Pendekatan semacam ini dipilih karena realitas bahasa modern tidak lagi dapat dipahami hanya melalui satu perspektif keilmuan. Makna selalu berada pada persimpangan antara bahasa, pikiran, budaya, masyarakat, dan teknologi. Dalam konteks Indonesia, buku ini juga memberikan perhatian khusus pada keragaman bahasa dan budaya Nusantara. Indonesia bukan hanya memiliki bahasa nasional yang kaya, tetapi juga ratusan bahasa daerah yang masing-masing menyimpan sistem makna dan cara pandang terhadap dunia yang unik. Oleh karena itu, pembahasan mengenai metafora budaya, semantik bahasa daerah, serta dinamika makna dalam masyarakat multikultural menjadi bagian penting dari buku ini. Semantik Indonesia tidak dapat dipisahkan dari realitas kebhinekaan yang menjadi ciri khas bangsa ini.