Penulis
Dr. H. Anwar Sanusi, M.Ag
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam Proses
E-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
21 x 29 cm
Jumlah Halaman
ix + 210 hlm
Tahun Terbit
November 2025
Harga
Rp. 155.000,-
Sinopsis
Di tengah percepatan pembangunan dan kompetisi ekonomi global, negara- negara dihadapkan pada dilema yang tidak sederhana: bagaimana menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan kelestarian ekologi yang menjadi fondasi kehidupan? Indonesia, sebagai negara megabiodiversitas sekaligus negara yang memiliki tingkat eksploitasi sumber daya alam yang tinggi, menghadapi tantangan ekologis yang semakin rumit. Konflik agraria, deforestasi, pencemaran, krisis air, serta ancaman perubahan iklim menjadi realitas yang tidak dapat lagi diabaikan.
Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan lebih dari 17.000 pulau, ekosistem hutan tropis yang luas, sungai-sungai besar, dataran rendah pesisir, dan keanekaragaman hayati yang kaya. Potensi sumber daya alam yang melimpah mulai dari hutan, laut, tambang, hingga energi fosil telah menjadi basis ekonomi yang strategis sejak era kolonial hingga masa modern. Namun, kemakmuran ini juga membawa konsekuensi ekologis yang signifikan. Deforestasi, degradasi hutan, kerusakan terumbu karang, polusi udara dan air, serta perubahan iklim lokal merupakan sebagian dari tantangan lingkungan yang dihadapi Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa masalah lingkungan tidak bisa dipisahkan dari struktur sosial, ekonomi, dan politik yang mengaturnya. Dalam konteks global, isu lingkungan telah menjadi perhatian utama dalam forum internasional, mulai dari Konferensi Perubahan Iklim PBB (UNFCCC), Agenda 2030, hingga Kesepakatan Paris tentang perubahan iklim. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan hutan tropis terbesar, menghadapi dilema strategis. Di satu sisi, negara ini memiliki komitmen global untuk menurunkan emisi karbon dan melindungi keanekaragaman hayati. Di sisi lain, pembangunan ekonomi yang masih bergantung pada ekstraksi sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan kelapa sawit, dan industri energi fosil seringkali menimbulkan ketegangan antara kepentingan ekonomi jangka pendek dan keberlanjutan ekologis jangka panjang. Paradoks ini mencerminkan bahwa kebijakan lingkungan Indonesia tidak dapat dipisahkan dari politik nasional dan global.
Melalui buku ini, penulis berusaha menguraikan dinamika politik ekologi dari perspektif yang lebih kritis bahwa setiap persoalan lingkungan tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil tarik-menarik kepentingan ekonomi, politik, dan sosial. Kebijakan lingkungan bukan hanya soal aturan hukum, tetapi juga bagaimana kekuasaan bekerja, siapa yang mendapat manfaat, dan siapa yang harus menanggung dampak.