Penulis
Dr. Umamatul Bahiyah, S.Ag., M.Pd
Editor
Prof. Dr. H. Ilman Nafi’a, M.Ag
Prof. Dr. H. Dedi Djubaedi, M.Ag
Dr. H. Suklani, M.Pd
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14 x 20 cm
Halaman
xii + 156 hlm
Tahun Terbit
Juli 2026
Harga
Rp 125.000,-
Sinopsis
Pendidikan karakter merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, spiritual, dan sosial. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan globalisasi, tantangan terhadap pembentukan karakter semakin kompleks sehingga diperlukan model pendidikan yang mampu menjaga nilai-nilai agama sebagai pedoman kehidupan.
Pesantren telah lama dikenal sebagai lembaga pendidikan Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk pribadi santri yang beriman, bertakwa, berilmu, mandiri, disiplin, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat. Sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran, pembiasaan, keteladanan, dan kehidupan berasrama menjadikan pesantren sebagai laboratorium pendidikan karakter yang sangat efektif.
Buku ini disusun untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai konsep, strategi, implementasi, serta evaluasi pembentukan pendidikan karakter religius santri. Pembahasan di dalamnya mengintegrasikan berbagai perspektif teoritis dengan praktik nyata yang berkembang dalam kehidupan pesantren sehingga mampu memberikan pemahaman yang utuh kepada pembaca.
Materi yang disajikan meliputi berbagai aspek pembentukan karakter religius, seperti penguatan akidah, pembiasaan ibadah, pembentukan akhlak, kedisiplinan, tanggung jawab, kejujuran, kepedulian sosial, budaya religius, serta keteladanan para pendidik. Keseluruhan materi diharapkan menjadi referensi yang bermanfaat bagi pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang.
Pembentukan karakter religius bukanlah proses yang berlangsung secara instan, melainkan melalui pembinaan yang berkesinambungan. Internalisasi nilai-nilai Islam harus dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, pembinaan, pengawasan, serta lingkungan pendidikan yang kondusif sehingga nilai tersebut benar-benar menjadi bagian dari kepribadian santri. Keunggulan pesantren terletak pada kemampuannya mengintegrasikan seluruh aktivitas kehidupan sebagai media pendidikan. Hubungan yang harmonis antara kiai, ustaz, pengurus, dan santri menciptakan suasana pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam seluruh aktivitas keseharian sehingga proses pembentukan karakter berjalan secara menyeluruh.