Penulis
Prof. Dr. H. Cecep Wahyu Hoerudin, M.Pd
Kategori
Cerpen
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
15,5 x 23 cm
Halaman
vii + 160 hlm
Tahun Terbit
Januari 2026
Harga
Rp 115.000,-
Sinopsis
Sastra memiliki peran penting sebagai medium refleksi realitas sosial dan batin manusia. Melalui cerpen-cerpen yang terkumpul dalam antologi ini, pembaca diajak menyelami beragam pengalaman hidup yang penuh dinamika, mulai dari kegagalan, kehilangan, hingga proses bangkit dan bertahan menghadapi keadaan yang tidak selalu ramah.
Judul OMBAK JUANG dipilih sebagai metafora perjalanan manusia yang terus dihadapkan pada gelombang ujian. Seperti ombak di lautan, hidup tidak selalu tenang; ada saatnya menghantam, mengguncang, bahkan hampir menenggelamkan. Namun justru dari situlah daya juang manusia diuji dan dimaknai.
Setiap cerita pendek dalam antologi ini menyuguhkan sudut pandang yang berbeda tentang perjuangan. Ada kisah yang lahir dari realitas sehari-hari, ada pula yang bersumber dari pergulatan batin dan imajinasi penulis. Kesemuanya berpadu dalam satu benang merah: semangat untuk tidak menyerah pada keadaan.
Antologi ini tidak hanya menawarkan hiburan sastra, tetapi juga menghadirkan renungan mendalam tentang arti bertahan dalam situasi sulit. Pembaca akan menemukan nilai-nilai kemanusiaan, empati, ketabahan, serta keberanian untuk melangkah meskipun dalam keterbatasan.
Keberagaman latar, karakter, dan konflik dalam cerpen-cerpen ini mencerminkan luasnya spektrum kehidupan manusia. Perbedaan tersebut justru memperkaya makna, menunjukkan bahwa perjuangan hadir dalam berbagai bentuk dan dialami oleh siapa pun, tanpa mengenal batas usia, status, maupun latar belakang.
Para penulis dalam antologi ini berhasil mengolah bahasa secara sederhana namun kuat, sehingga pesan-pesan perjuangan dapat tersampaikan secara efektif. Gaya penceritaan yang variatif menjadikan setiap cerpen memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri.
Buku ini diharapkan dapat menjadi teman refleksi bagi pembaca yang sedang berjuang dalam kehidupannya. Di antara halaman-halamannya, tersimpan pengingat bahwa setiap luka memiliki proses penyembuhan, dan setiap kejatuhan selalu menyisakan peluang untuk bangkit. Selain itu, OMBAK JUANG juga diharapkan mampu menumbuhkan apresiasi terhadap karya sastra Indonesia, khususnya cerita pendek, sebagai sarana menyuarakan realitas sosial dan ketahanan jiwa manusia