Penulis
Dr. Nakhma’ussolikhah, M.Pd
Prof. Dr. Hj. Septi Gumiandari, M.Ag
Editor
Prof. Dr. Hj. Eti Nurhayati, M.Si
Prof. Dr. Hj. Nurlaela, M.Ag
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14 x 20 cm
Halaman
xviii + 539 hlm
Tahun Terbit
Juli 2026
Harga
Rp 225.000,-
Sinopsis
Peradaban manusia selalu bergerak mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Revolusi industri, digitalisasi, dan kini hadirnya Artificial Intelligence (AI) telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan, termasuk cara manusia memperoleh pengetahuan, berkomunikasi, bekerja, dan mengambil keputusan. Informasi yang dahulu hanya dapat diakses melalui buku dan ruang kelas kini tersedia dalam hitungan detik melalui berbagai platform digital. Bahkan, kecerdasan artifisial mulai mengambil peran dalam aktivitas yang selama ini dianggap sebagai wilayah eksklusif manusia, seperti menulis, menganalisis, memecahkan masalah, hingga membantu proses pembelajaran.
Perubahan tersebut menghadirkan peluang yang luar biasa bagi dunia pendidikan, tetapi sekaligus menimbulkan pertanyaan yang jauh lebih mendasar. Ketika mesin semakin cerdas, apakah manusia juga semakin bijaksana? Ketika informasi semakin mudah diperoleh, apakah makna belajar masih dipahami sebagai proses pembentukan diri? Dan ketika teknologi mampu membantu manusia berpikir, apakah pendidikan masih mampu membentuk hati nurani, karakter, dan kesadaran spiritual? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi titik tolak lahirnya buku ini.
Penulis meyakini bahwa tantangan terbesar pendidikan pada era Artificial Intelligence bukanlah bagaimana membuat peserta didik mampu bersaing dengan teknologi, melainkan bagaimana membentuk manusia yang mampu mengendalikan teknologi dengan kebijaksanaan, integritas, dan tanggung jawab moral. Pendidikan tidak boleh berhenti pada penguasaan pengetahuan atau keterampilan teknis, tetapi harus menjadi proses yang menumbuhkan kemampuan berpikir mendalam, membangun karakter yang beradab, serta menguatkan orientasi spiritual dalam menjalani kehidupan.
Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, kebutuhan tersebut menjadi semakin mendesak. Selama ini pembelajaran sering kali masih berorientasi pada penguasaan materi, hafalan konsep, dan pencapaian hasil belajar yang bersifat kognitif. Sementara itu, tantangan kehidupan kontemporer justru menuntut peserta didik untuk mampu berpikir kritis, merefleksikan pengalaman belajar, mengambil keputusan secara etis, berkolaborasi dengan orang lain, serta memaknai ilmu sebagai jalan menuju kemaslahatan. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam memerlukan paradigma pembelajaran yang tidak hanya menghasilkan peserta didik yang memahami ajaran Islam, tetapi juga mampu menghidupkan nilai-nilai Islam dalam cara berpikir, bersikap, dan bertindak.
Berangkat dari kegelisahan akademik tersebut, buku ini menawarkan Model Pembelajaran Mendalam Berbasis Spiritualitas Islam sebagai sebuah paradigma yang mengintegrasikan teori Deep Learning dengan nilai-nilai fundamental dalam pendidikan Islam. Pembelajaran dipahami bukan sekadar proses memperoleh pengetahuan, melainkan perjalanan pembentukan manusia melalui tiga tahapan yang saling berkaitan, yaitu Orientation, Transformation, dan Transcendence(OTT). Orientasi belajar diarahkan oleh iman, transformasi diwujudkan melalui amal dan pengalaman belajar yang bermakna, sedangkan transendensi menghadirkan ihsan sebagai puncak kesadaran bahwa seluruh aktivitas belajar merupakan bagian dari pengabdian kepada Allah Swt. Buku ini disusun secara sistematis, dimulai dari landasan filosofis dan konseptual mengenai pembelajaran mendalam, integrasinya dengan spiritualitas Islam, pengembangan model pembelajaran, implementasi dalam Pendidikan Agama Islam, penguatan kompetensi akademik dan karakter religius, hingga pembuktian empiris terhadap efektivitas model yang dikembangkan. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menawarkan sebuah konsep, tetapi juga menghadirkan model yang dapat diterapkan, diuji, dan terus dikembangkan dalam berbagai konteks pendidikan.