JEJAK PERADABAN NUSANTARA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN, PENYEBARAN ISLAM, DAN PLURALISME HUKUM

Penulis
R. Supyan Sauri, Ujang Toyib Taopik, Yayan Sumaryono, Sartono, Ria Agustina, Shofiyullah, Sjahriani Datau

Editor
Agus Mulyanto

Kategori
Buku Referensi

ISBN
Dalam Proses

E-ISBN
Dalam Proses

Ukuran
14,8 x 20 cm

Jumlah Halaman
xi + 160 hlm

Tahun Terbit
November 2025

Harga
Rp. 115.000,-

Sinopsis
Dalam berbagai fase sejarahnya, Nusantara telah menjadi laboratorium peradaban yang begitu kaya. Nilai-nilai lokal, kearifan adat, dan spiritualitas masyarakat setempat berpadu dengan ajaran Islam yang datang melalui proses dakwah yang damai, bijak, dan penuh akulturasi. Interaksi yang harmonis ini kemudian membentuk karakter masyarakat Indonesia yang moderat, toleran, dan menjunjung tinggi musyawarah dalam menyelesaikan persoalan sosial.

Buku ini disusun sebagai upaya mengangkat kembali khazanah pemikiran tentang bagaimana pendidikan, penyebaran Islam, serta pluralisme hukum berdialektika dalam proses pembentukan identitas bangsa. Penulis dan para kontributor berharap bunga rampai ini mampu menghadirkan perspektif baru yang lebih komprehensif tentang relasi antara nilai tradisi, ajaran agama, dan sistem hukum yang hidup di tengah masyarakat.

Dalam perspektif pendidikan, naskah-naskah dalam buku ini menegaskan bahwa nilai-nilai kenusantaraan merupakan pilar penting dalam membangun karakter generasi masa depan. Pendidikan tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu, tetapi juga tempat internalisasi nilai, pembentukan akhlak, dan pewarisan kearifan lokal. Integrasi nilai-nilai Pancasila, budaya Nusantara, dan etika keislaman yang moderat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan manusia Indonesia yang beradab.

Pada bagian lain, buku ini menyoroti jejak sejarah penyebaran Islam yang dilakukan oleh para ulama, khususnya peran Sunan Gunung Djati dalam membangun kehidupan religius dan sosial masyarakat Cirebon. Dakwah yang ditempuh bukan melalui kekerasan, tetapi melalui pendekatan kultural, seni, pemerintahan, dan keteladanan. Pendekatan ini telah meninggalkan jejak peradaban yang masih dapat dirasakan hingga kini.

Perkembangan Islam di Nusantara membuktikan bahwa agama dapat hadir sebagai kekuatan pemersatu ketika disebarkan melalui kebijaksanaan, penyesuaian dengan budaya lokal, dan penghargaan terhadap tradisi masyarakat. Hal ini menjadi pelajaran penting di era modern, ketika narasi keagamaan kerap dipengaruhi oleh ekstremisme, polarisasi, dan penetrasi ideologi luar yang kurang sesuai dengan karakter bangsa. Selain pendidikan dan sejarah dakwah, aspek pluralisme hukum menjadi tema penting yang dibahas dalam bunga rampai ini. Nusantara menjadi salah satu wilayah yang menunjukkan praktik pluralisme hukum yang unik: hukum adat, hukum Islam, dan hukum negara hidup berdampingan dan saling mempengaruhi. Relasi ini menuntut adanya keharmonisan agar keadilan substantif dapat terwujud di tengah masyarakat.

Skills

Posted on

November 18, 2025

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *