Penulis
Drs. Abd. Basit, M.Ag
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
15,5 x 23 cm
Halaman
xi + 532 hlm
Tahun Terbit
September 2026
Harga
Rp 225.000,-
Sinopsis
Filsafat ilmu merupakan salah satu bidang kajian yang memiliki kedudukan penting dalam memahami ilmu pengetahuan secara lebih mendasar. Ilmu tidak hanya berkaitan dengan proses mengumpulkan fakta atau menghasilkan temuan, tetapi juga menyangkut pertanyaan mengenai apa yang disebut sebagai pengetahuan, bagaimana pengetahuan diperoleh, bagaimana kebenaran ilmiah dipertanggungjawabkan, serta untuk tujuan apa ilmu dikembangkan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran ilmiah yang kritis dan reflektif.
Pembahasan mengenai filsafat ilmu juga tidak dapat dilepaskan dari aspek ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Ontologi mengarahkan pembahasan pada hakikat objek yang dikaji oleh ilmu, epistemologi berkaitan dengan sumber, metode, dan validitas pengetahuan, sedangkan aksiologi membahas nilai, manfaat, serta tanggung jawab dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting agar perkembangan ilmu tidak hanya menghasilkan pengetahuan yang benar secara metodologis, tetapi juga memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Sejalan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan mengalami perubahan yang sangat dinamis. Perkembangan teknologi informasi, transformasi digital, kecerdasan buatan, globalisasi, serta berbagai persoalan sosial dan lingkungan telah menghadirkan tantangan baru bagi dunia keilmuan. Kondisi tersebut menuntut adanya kemampuan untuk memahami ilmu tidak hanya dari satu sudut pandang, tetapi juga melalui pendekatan yang terbuka terhadap berbagai paradigma dan perspektif keilmuan.
Paradigma keilmuan memiliki peran penting dalam menentukan cara seseorang memahami realitas, merumuskan permasalahan, memilih metode penelitian, serta menafsirkan hasil kajian. Paradigma memberikan kerangka berpikir yang membantu ilmuwan dalam menentukan apa yang dianggap sebagai objek penelitian, bagaimana suatu fenomena dipahami, dan metode apa yang sesuai untuk memperoleh pengetahuan. Oleh karena itu, pemahaman terhadap paradigma menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan tradisi ilmiah.
Buku ini berupaya menguraikan hubungan antara filsafat ilmu dan paradigma keilmuan secara sistematis. Pembahasan diarahkan untuk membantu pembaca memahami bahwa setiap kegiatan ilmiah pada dasarnya memiliki landasan filosofis tertentu. Pilihan terhadap suatu pendekatan penelitian, metode, maupun cara memahami suatu fenomena tidak berdiri sendiri, melainkan berkaitan dengan asumsi-asumsi mengenai realitas, pengetahuan, dan nilai yang mendasarinya.
Selain membahas landasan filosofis ilmu, buku ini juga memberikan perhatian terhadap perkembangan berbagai paradigma dalam ilmu pengetahuan. Paradigma positivistik, interpretatif, kritis, dan pendekatan-pendekatan kontemporer dapat dipahami sebagai bagian dari perkembangan pemikiran manusia dalam mencari penjelasan terhadap berbagai fenomena. Setiap paradigma memiliki karakteristik, asumsi, kekuatan, serta keterbatasan yang perlu dipahami secara proporsional dan kritis. Pemahaman terhadap beragam paradigma keilmuan diharapkan dapat membangun sikap akademik yang terbuka dan tidak terjebak pada cara pandang tunggal. Perbedaan paradigma bukan semata-mata menunjukkan pertentangan dalam dunia ilmu, tetapi juga memperlihatkan kekayaan perspektif dalam memahami kompleksitas realitas. Dengan memahami keberagaman tersebut, pembaca diharapkan mampu menentukan pendekatan keilmuan secara lebih sadar, rasional, dan sesuai dengan karakter permasalahan yang dikaji.