Penulis
Yen Simanjuntak, S.Ked
dr. Ronald T.H. Tambunan, MKT
dr. Alexander P. Marpaung, SH., MKT., AIFO-K., CPM
Editor
Dr. dr. Ivonne Ruth Vitamaya Oishi Situmeang, M.Kes, M.Pd.Ked
dr. Laura Octavina Siagian, M.Ked (Neu), Sp.N
Kategori
Buku Referensi
ISBN
Dalam proses
e-ISBN
Dalam Proses
Ukuran
14 x 20 cm
Halaman
xiii + 63 hlm
Tahun Terbit
September 2026
Harga
Rp 125.000,-
Sinopsis
Demam tifoid merupakan salah satu penyakit infeksi yang masih menjadi perhatian dalam bidang kesehatan. Penyakit ini tidak hanya berkaitan dengan munculnya gejala klinis, tetapi juga melibatkan berbagai perubahan fisiologis dan respons tubuh terhadap proses infeksi. Pemahaman mengenai perjalanan penyakit dan proses pemulihan menjadi penting agar tenaga kesehatan maupun pembaca dapat melihat kondisi pasien secara lebih komprehensif.
Laju endap darah merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang telah lama digunakan sebagai bagian dari penilaian kondisi inflamasi dalam tubuh. Meskipun pemeriksaan ini bersifat tidak spesifik, perubahan nilainya dapat memberikan informasi tambahan mengenai dinamika respons tubuh terhadap suatu kondisi tertentu. Oleh karena itu, pemahaman terhadap perubahan nilai laju endap darah perlu ditempatkan dalam konteks klinis yang tepat.
Buku ini membahas bagaimana nilai laju endap darah dapat mengalami perubahan setelah pasien demam tifoid memperoleh terapi antibiotika. Pembahasan diarahkan pada pemahaman mengenai hubungan antara proses pengobatan, respons inflamasi, dan perubahan parameter laboratorium. Dengan pendekatan tersebut, pembaca diharapkan dapat memahami bahwa hasil pemeriksaan laboratorium perlu diinterpretasikan secara menyeluruh dan tidak berdiri sendiri.
Selain membahas aspek pemeriksaan laboratorium, buku ini juga memberikan ruang bagi pembaca untuk memahami konsep dasar demam tifoid, karakteristik respons inflamasi, prinsip pemeriksaan laju endap darah, serta berbagai faktor yang dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Pengetahuan tersebut penting karena nilai suatu parameter laboratorium dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi, baik yang berkaitan dengan penyakit maupun keadaan individu.
Penyusunan buku ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa bidang kesehatan, tenaga kesehatan, akademisi, serta pembaca lain yang memiliki ketertarikan terhadap pemeriksaan laboratorium dan penyakit infeksi. Bahasa dan penyajian materi diupayakan tetap sistematis sehingga konsep-konsep yang dibahas dapat dipahami secara bertahap, mulai dari dasar hingga pembahasan yang lebih aplikatif.
Pemahaman terhadap perubahan parameter laboratorium setelah terapi juga memiliki arti penting dalam membangun cara berpikir klinis yang lebih kritis. Hasil pemeriksaan tidak semata-mata dipandang sebagai angka, tetapi perlu dikaitkan dengan kondisi pasien, perjalanan penyakit, terapi yang diberikan, serta berbagai faktor lain yang relevan. Dengan demikian, informasi laboratorium dapat memberikan kontribusi yang lebih bermakna dalam proses pemantauan kondisi kesehatan. Buku ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan penatalaksanaan penyakit infeksi tidak hanya dapat dilihat dari perubahan gejala, tetapi perlu dipahami sebagai suatu proses yang melibatkan interaksi kompleks antara agen penyebab penyakit, sistem pertahanan tubuh, terapi, dan proses pemulihan. Pemeriksaan laboratorium dapat menjadi salah satu bagian yang membantu memberikan gambaran mengenai proses tersebut.